Aku dan Luka ku di 2021

Aku Amira Azhar , aku ingin menceritakan bagaimana covid-19  melanda keluarga ku dan membuat aku harus kehilangan kakek atau yang biasa aku sebut aki. Pada 2021 diawali dengan tante ku yang tertular covid-19 karna pada saat itu penularan covid-19 sedang tinggi-tinggi nya, tante ku mengalami gejala yang hampir sama dengan covid-19 dan ternyata saat di test swab tante ku positif covid-19, saat itu aku cemas aku takut tertular.  Dan dikarenakan sedang tinngi-tinggi nya angka orang yang terkena covid membuat tante ku harus isolasi mandiri dirumah, disitu aku tambah takut dikarnakan rumah tante ku sangat dekat dengan rumah ku.

Dan pada akhirnya aku dan keluarga ku juga menjalankan isolasi mandiri, untuk mencegah terjadinya penularan, di saat itu aku dan keluarga aku sangat amat waspada, pada akhirnya aku dan keluarga ku mencoba test swab untuk memastikan, dan allhamdulilah kita semua masih negatif. Tetapi gak lama kemudian aku dan sekeluarga besar ku di test swab lagi dan ternyata keluarga tante ku terkena covid semua, disaat mereka terkena covid aki (kakek) dan Eni (nenek) ku di antarkan ke kampung, aku dan abangku pun di antar kerumah sodara ku yang lumayan jauh dari rumah agar mencegah nya terjadi penularan, jadi selama kelurga tante ku sakit, yang  hanya mama dan ayah ku yang membantu mereka, mama ku yang memasaki mereka makan, mama dan ayah ku juga yang membantu saat mereka membutuhkan sesuatu.

Tetapi gak lama kemudian aki ku meminta ingin balik ke Jakarta lagi dengan alasan dia tidak ingin sakit di kampung karna tidak ada pengawasan dari anak-anaknya, akhirnya ayahku terpaksa harus menjemput nya. Dan bener aja ngga lama kemudian tanteku dan keluarga nya sembuh aki ku yang terkena covid-19.

Disitu kondisi aki aku lebih parah dari pada tanteku yang terkena covid, dikarnakan aki aku mempunyai penyakit bawaan dari paru paru karna dulu dia pecandu rokok yang cukup lama. Dan karna terkena covid-19 penyakit itu kambuh dan membikin kondisi aki aku menjadi lebih parah, aki ku di isolasi mandiri selama berminggu-minggu karna tidak terbagi ruang/ penanganan isolasi dari rumah sakit. Namun ternyata kondisi aki ku bukan nya makin membaik melainkan makin memburuk, saturasi nya pun semakin buruk, walaupun dia sudah di infus segala macam sama sodara ku yang bekerja sebagai dokter.

Pada akhirnya aki aku dibawa ke rumah sakit, dan allhamdulilah aki ku mendapatkan penanganan dari rumah sakit, aki ku dirawat disana dengan waktu yang cukup lama, lalu  dikemudian hari om ku dan ayah ku berinsiniatif buat jenguk aki ku kerumah sakit, disitu kondisi nya om ku baru selesai covid yang dimana auto imun nya lebih kebal dari ayah ku, akhirnya om ku lah yang masuk keruangan aki ku, aki ku menyambut om ku dengan wajah yang penuh senyum an nya itu, selama di ruangan om ku bantu aki ku mandi, dan aki juga sempat bertelfonan dengan keluarga-keluarga yang menanti nya dirumah.

Hari pun makin sore ayah ku dan om ku pun memutuskan untuk pulang kerumah. Namun siapa sangka takdir berkata lain beberapa jam setelah ayah ku dan om ku pulang kerumah, ayah ku dapat kabar dari dokter bahwa ternyata aki ku sudah tidak ada. disitu posisi aku yang baru selesai mandi aku nangis aku lemes perasaan ku yang campur aduk karna aku masih gak nyangka. Disitu aku meminta untuk menemui aki ku cuma karna covid aku cuma bisa melihat pemakam an aki ku lewat hp saja, jujur saja aku masih nyesel kenapa aku ga bisa  melihat nya secara langsung.

 Dan aku sadar ternyata yang dirumah sakit adalah pertemuan terakhir aki ku dengan anak anak nya, dari sini aku belajar betapa baik nya Allah pada umatnya, sebelum aki ku pergi, Allah beri kesempatan untuk anak anak nya bertemu dengan dia untuk terakhir kali nya. Segitu aja si cerita aku dengan luka ku di tahun 2021, semoga ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua, untuk hargai orang orang yang kita sayang sebelum mereka tiada, dan untuk lebih bersyukur karna masih dikasih kesehatan jangan kita rusak kesehatan tubuh kita apalagi dengan merokok seperti aki ku, karna akibat nya akan datang dikemudian hari.



Comments